01/02/2009

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


======================================================================================

CONTOH KARYA TULIS ILMIAH (KTI) :

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

PENGGUNAAN METODE BERMAIN PERAN PADA PEMBELAJARAN SEJARAH ISLAM UNTUK MENINGKATKAN PENGHAYATAN TERHADAP AJARAN ISLAM DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI SISWA KELAS 2 SMP NEGERI

ABSTRAK
XXXXXXXX. 2002. Penggunaan Melode Bermain Peran Pada Pembelajaran PAI, Sub pokok bahasan Sejarah Islam Untuk Meningkatkan Sikap Penghayatan terhadap ajaran Islam di SMP Negeri.
Kata Kunci: Metode bermain peran, sikap penghayatan terhadap ajaran Islam, sejarah Islam
Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan apakah metode bermain peran dapat meningkatkan penguasaan materi pembelajaran PAI Sub pokok bahasan Sejarah Islam di kelas 2 SMP NEGERI. (2) untuk mendeskripsikan apakah metode bermain peran pada pembelajaran PAI Sub pokok bahasan Sejarah Islam dapat meningkatkan penghayatan terhadap ajaran Islam pada siswa kelas 2 SMP NEGERI.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan atau meningkatkan praktek-praktek pembelajaran di kelas secara profesional. Penelitian ini dilaksanakan di SMP NEGERI
Instrumen pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah (1) tes sejarah Islam yaitu alat evaluasi untuk memperoleh data-data atau keterangan tentang penguasaan materi sejarah Islam siswa (2) skala sikap penghayatan terhadap ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari yaitu suatu alat untuk mengetahui sikap penghayatan terhadap ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari yang dimiliki siswa-siswi sebagai wujud dari proses belajar mengajar.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan metode bermain peran dalam pembelajaran PAI Sub pokok bahasan Sejarah Islam meningkatkan penguasaan materi sejarah Islam sebesar 35% yaitu dari substansi kegiatan awal (T-0) sebesar 45% menjadi 80% pada substansi kegiatan III (T-3). Selain itu penggunaan metode bermain peran juga meningkatkan sikap penghayatan terhadap ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari sebesar 32,61% yaitu dari substansi kegiatan awal (T-0) sebesar 44,79% menjadi 77,60% pada substansi kegiatan III (T-3). Dengan peningkatan tersebut maka hipotesis yang diajukan diterima, dengan demikian (1) Metode bermain peran pada pembelajaran PAI Sub pokok bahasan Sejarah Islam dapat meningkatkan penguasaan materi pelajaran sejarah Islam. (2) Metode bermain peran dapat meningkatkan sikap penghayatan terhadap ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari pada pembelajaran PAI Sub pokok bahasan Sejarah Islam.

.... dst.
(Selengkapnya hub. via SMS : 081913127080)