12/31/2008

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) BIOLOGI

CONTOH KARYA TULIS ILMIAH (KTI) :

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) BIOLOGI

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION DENGAN PENDEKATAN SALINGTEMAS (SAINS-LINGKUNGAN-TEKNOLOGI-MASYARAKAT) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJA ILMIAH DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI

ABSTRAK
XXX, . 2008. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigation dengan Pendekatan Salingtemas (Sains-Lingkungan-Teknologi-Masyarakat) dalam Meningkatkan Kemampuan Kerja Ilmiah dan Hasil Belajar Kognitif Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri .

Kata Kunci: model pembelajaran kooperatif Group Investigation, pendekatan Sains-Lingkungan-Teknologi-Masyarakat, kerja ilmiah, hasil belajar kognitif

Di dalam standar isi tingkat SMA/MA/SMALB tercantum standar kompetensi yang berkaitan dengan pembelajaran yang menuntut siswa untuk peka terhadap teknologi, permasalahan yang dapat timbul di sekitarnya misalnya permasalahan lingkungan. Pendekatan Salingtemas menjadikan siswa lebih aktif di dalam pembelajaran yang dilaksanakan dan tercakup juga adanya pemecahan masalah terutama masalah yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari melalui kerja ilmiah. Model kooperatif GI sangat sesuai untuk melatih dan meningkatkan kemampuan kerja ilmiah dan hasil belajar siswa. Kerja ilmiah sangat dibutuhkan dalam pelajaran IPA khususnya biologi. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMA Negeri 1 Lawang, kemampuan kerja ilmiah masih perlu ditingkatkan sehingga dapat mempengaruhi hasil belajar kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemam-puan kerja ilmiah dan hasil belajar kognitif biologi siswa melalui penerapan pen-dekatan Salingtemas dengan model kooperatif GI. Peran peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai guru.
Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek siswa kelas X-9 SMA Negeri . Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri selama bulan Mei hingga Juni. Penelitian tindakan kelas dilakukan selama 2 siklus. Sebelum dilaksanakan siklus 1 terlebih dulu dilakukan tahap observasi awal dan refleksi awal. Siklus 1 terdiri dari, perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi, sedangkan siklus 2 terdiri dari tahap perenca-naan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data penelitian yang dikum-pulkan adalah kemampuan kerja ilmiah yang berasal dari pengamatan langsung, laporan kelompok dan jurnal kegiatan siswa serta data hasil belajar kognitif siswa yang berasal dari hasil pascates yang dilaksanakan di setiap akhir siklus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Sains-Ling-kungan-Teknologi-Masyarakat dengan model pembelajaran kooperatif Group Investigation dapat meningkatkan kemampuan kerja ilmiah dan hasil belajar kognitif siswa. Peningkatan kemampuan kerja ilmiah terjadi pada komponen “melaksanakan penyelidikan ilmiah” sebesar 13,8 %, “mengkomuni-kasikan hasil penyelidikan ilmiah” sebesar 8,1%, dan “bersikap ilmiah” sebesar 3,4 %, sedang-kan komponen “merencanakan penyelidikan ilmiah” tidak terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II. Peningkatan pencapaian rata-rata kerja ilmiah klasikal sebesar 6,3 %. Hasil belajar kognitif mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu sebesar 59%.
Berdasarkan hasil penelitian, penerapan model pembelajaran kooperatif GI (Group Investigation) dengan pendekatan Salingtemas (Sains-Lingkungan-Teknologi-Masyarakat) dapat meningkatkan kemampuan kerja ilmiah dan hasil belajar kognitif siswa kelas X SMA Negeri dalam materi limbah dan daur ulangnya.

.... dst.
(Selengkapnya hub. via SMS : 081913127080)

05:51 Posted in Laporan PTK | Permalink | Comments (9) | Email this | Tags: laporan ptk