01/19/2009
LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAHASA INDONESIA
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI BAHASA PADA TOPIK WACANA DISKRIPSI MELALUI METODE PENGAMATAN DI SMA NEGERI 1
Abstrak
xxxxx (2007). Prestasi belajar siswa pada topik wacana deskripsi dapat ditingkatkan melalui metode pengamatan objek. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya dalam proses pembelajaran penulisan wacana deskripsi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa serta sebagai inovasi pembelajaran siswa melalui metode pengamatan objek khususnya di SMA N 1 xxx Kabupaten xxx. Penelitian ini menggunakan metode atau desain penelitian tindakan kelas 3 siklus. Pemerolehan data dilakukan untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi dengan melakukan tes hasil kerja siswa dan untuk mengetahui peningkatan sikap dan minat siswa dengan melakukan observasi atau pengamatan, serta angket pendapat siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keterampilan siswa kelas XI Bahasa dalam menulis karangan deskripsi melalui metode pengamatan objek mengalami peningkatan sebesar 20,42 yaitu dari rata-rata nilai 61,54 menjadi 81,97. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dengan penerapan metode pengamatan objek siswa lebih aktif dan dapat mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilan melalui kerja kelompok dan diskusi. Sedangkan dari hasil tabulasi angket pendapat menunjukkan bahwa siswa menunjukkan sikap senang dan responsif terhadap cara belajar melalui metode pengamatan objek karena siswa merasa terlibat langsung dengan objek yang diamatinya.
Kata Kunci : Pengamatan Objek, Keterampilan menulis, Karangan Deskripsi.
...........................dst. selengkapnya hubungi 081913127080
09:53 Permalink | Comments (7) | Email this | Tags: penelitian pendidikan bahasa indonesia
LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS BIOLOGI
PEMANFAATAN MEDIA BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNTUK PEMBELAJARAN SISTEM PENCERNAAN MAKANAN MANUSIA PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Permasalahan utama pendidikan adalah disparitas mutu pendidikan khususnya yang berkaitan dengan (1) ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan yang belum memadai baik secara kuantitas dan kualitas, maupun kesejahteraannya, (2) prasarana sarana belajar yang belum tersedia, dan bilapun tersedia belum didayagunakan secara optimal, (3) pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu pembelajaran, (4) proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif; dan penyebaran sekolah yang belum merata, ditandai dengan belum meratanya partisipasi pendidikan antara kelompok masyarakat, seperti masih terdapatnya kesenjangan antara penduduk kaya dan miskin, kota dan desa, laki-laki dan perempuan, antar wilayah. Dua permasalahan tersebut di atas menjadi bertambah parah karena tidak didukung dengan komponen-komponen utama pendidikan seperti kurikulum, sumberdaya manusia pendidikan yang berkualitas, sarana dan prasarana, serta pembiayaan.
Pemerintah bertekad untuk meningkatkan kualitas pendidikan mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Salah satu komponen yang penting yang menentukan kualitas pendidikan dasar dan menengah adalah guru, karena peran guru dalam proses pembelajaran adalah sangat sentral.
Salah satu masalah utama yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia pada saat ini adalah peningkatan kualitas guru, kualitas guru salah satunya ditentukan oleh kemampuan mereka didalam mengajar. Kemampuan mengajar merupakan pekerjaan profesional yang membutuhkan pendidikan dan pelatihan. Oleh karena itu, seorang guru perlu menguasai berbagai kemampuan mengajar. Semua kemampuan tersebut perlu diintegrasikan menjadi satu wawasan yang utuh ketika seorang guru mengajar di kelas.
Pada umumnya guru sudah cukup mempunyai bekal penguasaan terhadap bidang ilmunya, tetapi masih kurang terampil dalam menyampaikan materi bidang tersebut kepada siswa. Ketrampilan Dasar Mengajar (Generic Teaching Skills), yaitu ketrampilan yang bersifat generic yang harus dikuasai oleh seorang guru, terlepas dari tingkat kelas dan bidang studi yang diajarkan.
Ketrampilan dasar mengajar merupakan ketrampilan yang komplek pula, yang pada dasarnya merupakan pengintegrasian utuh dari berbagai ketrampilan yang jumlahnya sangat banyak. Diantara ketrampilan yang sangat banyak tersebut, menurut Dr. I.G.A.K. Wardani, M.Sc.Ed. dalam bukunya PEKERTI tentang teori Belajar, Motivasi dan Ketrampilan Mengajar (PAU untuk peningkatan dan pengembangan Instruksional DIKTI, 79) terdapat 8 (delapan) Ketrampilan Dasar Mengajar yang dianggap sangat berperan dalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar.
Kedelapan ketrampilan mengajar itu ialah : Ketrampilan Membuka Pelajaran; Ketrampilan Bertanya; Ketrampilan Memberikan Penguatan; Ketrampilan Mengadakan Variasi; Ketrampilan Menjelaskan; Ketrampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil; Ketrampilan Mengelola Kelas dan Ketrampilan Menutup Pelajaran.
Berdasarkan pengelompokan delapan Ketrampilan Dasar Mengajar tersebut, yang penulis rasakan masih menjadi permasalahan besar adalah Ketrampilan Mengadakan Variasi dalam mengajar khususnya variasi dengan memanfaatkan sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK/ICT). Ketrampilan tersebut menjadi masalah bagi sebagian besar tenaga pengajar di xxx khususnya Kabupaten xxxx, ini dikarenakan terbatasnya Kompetensi guru dalam bidang TIK serta keterbatasan sarana dan prasarana pendukung proses belajar yang berbasis IT.
Berdasarkan keluhan siswa saat mengikuti mata pelajaran Biologi di kelas, kendala utama yang dirasakan dalam mengikuti proses pembelajaran Biologi di kelas adalah terlalu monotonnya pelaksanaan proses pembelajaran, yaitu terutama dalam penggunaan metode dan media serta evaluasi pembelajaran. Dimana menurut siswa metode yang dominan digunakan hanya ceramah dan tanya jawab, sedangkan medianya hanya meliputi papan tulis dan spidol sebagai alat tulis. Sementara pelaksanaan penilaian hanya konvensional saja, yaitu mengandalkan pada ulangan tertulis.
Oleh karena itu demi mendorong siswa yang kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran Biologi, penulis dengan melibatkan siswa melalui kegiatan Penelitian ingin mengkaji permasalahan Pemanfaatan Media Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pembelajaran Sistem Pencernaan Makanan Manusia pada siswa Kelas XI SMA Negeri 1
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
(1). Apakah ada perbedaan hasil belajar biologi kompetensi dasar sistem pencernaan makanan pada manusia siswa kelas XI SMA Negeri 1 yang pengajarannya menggunakan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan siswa yang pengajarannya tidak menggunakan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.
(2). Seberapa jauh pengaruh Pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi terhadap kemajuan belajar Biologi kompetensi dasar sistem pencernaan makanan pada manusia siswa kelas XI SMA Negeri 1 ?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
(1). Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar antara siswa yang dalam pengajarannya menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi dengan siswa yang dalam pengajarannya tidak menggunakan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.
(2). Untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi terhadap kemajuan belajar biologi siswa kelas XI SMA Negeri 1
(3). Untuk turut menyumbangkan buah pikiran utamanya kepada rekan-rekan seprofesi guna meningkatkan prestasi belajar siswa serta mutu pendidikan khususnya di SMA Negeri 1
D. Manfaat Penelitian
(1). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan dasar pedoman untuk memberikan saran dalam melaksanakan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi kepada rekan-rekan seprofesi sehingga mutu mengajar dan hasil belajar para siswa dapat ditingkatkan
(2). Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan informasi untuk penelitian selanjutnya terutama yang menyangkut pembelajaran dengan menggunakan media berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
E. Perumusan Hipotesis
Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis (H1) sebagai berikut : “bahwa ada perbedaan hasil belajar antara siswa kelas XI SMA Negeri 1 yang dalam pengajarannya menggunakan media berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan siswa kelas XI yang dalam pengajarannya tidak menggunakan media Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mata pelajaran Biologi kompetensi dasar sistem pencernaan makanan pada manusia”
F. Asumsi-asumsi dan keterbatasan
Dalam seluruh proses penelitian ini penulis menggunakan beberapa asumsi antara lain :
(1). Bakat dan minat siswa terhadap mata pelajaran biologi dianggap relatif sama
(2). Waktu dan Kesempatan belajar siswa di rumah untuk mata pelajaran biologi dianggap relatif sama
(3). Sarana dan prasarana belajar siswa di rumah relatif sama sehingga kondisi belajar dapat dianggap sama.
Selain asumsi-asumsi di atas penelitian ini juga memiliki keterbatasan antara lain :
(1). Hasil penelitian ini berlaku sepanjang asumsi-asumsi di atas dapat dipertahankan.
(2). Faktor-faktor lain yang mungkin juga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa belum sempat diteliti karena keterbatasan-keterbatasan dari penulis.
........................................... dst. hub. via sms di 081913127080
09:22 Permalink | Comments (51) | Email this | Tags: penelitian pendidikan biologi
01/15/2009
LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS MATEMATIKA
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP 1 MELALUI PENERAPAN CONTOH SOAL BERJENJANG DAN SOLUSI ARGUMENTATIF BERBANTUAN LKS SCAFOLLDING
ABSTRAK
Bermula dari rendahnya semangat, aktivitas, dan prestasi belajar matematika siswa kelas VII C2 SMP Negeri 1 dari beberapa tahun terakhir, sebagai dampak pembagian kelas dengan sistem rangking, pada tahun ajaran 2007/2008 peneliti mencoba melakukan penelitian dengan menerapkan contoh-contoh soal secara berjenjang yang dilengkapi solusi argumentatif berbantuam LKS scafollding dalam pengajaran matematika di kelas. Penelitian tindakan ini bertujuan: (1) untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan penerapan contoh soal berjenjang dan proses penyelesaian argumentatif berbantuan LKS scafollding, dan (2)untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dengan penerapan contoh soal berjenjang dan proses penyelesaian argumentatif berbantuan LKS scafollding.
Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus, dengan mengacu pada tiga pokok bahasan, yaitu: Bilangan, Bentuk Aljabar, dan Persamaan & Pertidaksamaan. Proses pemberian tindakan di kelas mengikuti langkah-lamgkah pembelajaran sebagai berikut: (1) guru memperbaiki miskonsepsi yang mungkin terjadi sebelumnya, kemudian dilanjutkan dengan materi prasyarat dari pokok bahasan yang akan dibicarakan (± 5 menit), (2) guru memberi informasi tentang tujuan pembelajaran hari itu serta penjelasan singkat tentang langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan (± 5 menit), (3) dibentuk kelompok-kelompok kecil, yang terdiri atas 4-5 orang tiap kelompok(± 1 menit), (4) guru membagikan LKS scafollding, yang di dalamnya mengandung penjelasan materi (secara singkat), beberapa contoh soal (dengan tingkat kesulitan dan kompleksitas secara berjenjang), solusi argumentatif, serta soal-soal sebagai bahan latihan (yang semakin ke belakang semakin dilenyapkan unsur bimbingannya). Selanjutnya siswa mendiskusikan isi LKS pada kelompoknya masing-masing (± 45 menit), (5) ditunjuk beberapa kelompok secara bergiliran untuk menyampaikan atau mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, yang dapat ditanggapi oleh kelompok lainnya (± 15 menit), dan (6) siswa menulis rangkuman pelajaran hari itu, serta menyepakati bersama soal-soal yang menjadi tugas rumah (PR) (± 2menit).
Hasil peneltian menunjukkan, dengan penerapan soal contoh berjenjang disertai solusi argumentatif berbantuan LKS scafollding terjadi peningkatan aktivitas dan prestasi belajar siswa secara bertahap. Untuk aktivitas siswa, peningkatan paling tajam terjadi pada aktivitas bertanya, menjawab pertanyaan guru, dan aktivitasnya dalam berdiskusi. Prestasi belajar siswa, khsusnya menyangkut rata-rata kelas, dari siklus I sampai siklus III berturut-turut: 7,81, 8,04, dan 8,06. Tanggapan siswa terhadap model pembelajaran ini sangat positif, yaitu sebagian besar siswa menginginkan model ini diteruskan.
Kata Kunci: contoh soal berjenjang, solusi argumentatif, LKS scafollding
.......................................dst. hub. 081913127080
03:06 Permalink | Comments (96) | Email this | Tags: penelitian pendidikan

