01/14/2009

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS MATEMATIKA

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DENGAN MEDIA LINGKARAN BERTANDA POSITIF DAN NEGATIF DAN METODE TCL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI XXX

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Pada ajaran baru tahun 2005 – 2006 SMP Negeri 2 xxx mulai menerapkan kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi/KBK) untuk kelas VII . Seleksi siswa baru pada sekolah ini dilakukan dengan sistem test untuk mata pelajaran matematika dan bahasa Indonesia. Hasilnya 240 siswa diterima dengan hasil yang bervariasi.
Untuk mengetahui tingkat penguasaan materi siswa di sekolah dasar penulis melakukan pretest dengan jumlah soal 20 butir kepada seluruh siswa dengan materi operasi penjumlahan pada bilangan bulat yang notabene di sekolah dasar sudah dipelajari. Namun hasilnya sungguh mengejutkan, nilai rata-rata test 3,87; siswa yang mendapat nilai 6,0 sebanyak 7 orang dan siswa yang mendapat nilai ≥ 6,5 sebanyak 10 orang.
Masalah nyata ini menimbulkan tanda tanya besar bagi penulis, mengingat nilai rata-rata matematika berdasarkan Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU) Ujian Nasional Tahun 2005 pada SMP Negeri 2 xxx menunjukkan angka 6,77 ; sementara itu pada SMP Negeri 4 xxx menunjukkan angka 8,05 .
Berdasarkan latar belakang kesenjangan antara hasil pretest dengan nilai SKHU siswa penulis bersama rekan sejawat melakukan ujicoba pengembangan model pembelajaran Matematika Realistik (Realistik Mathemathic Education) di SMP Negeri 2 xxx.

B.Identifikasi Masalah
Dalam pembelajaran matematika di kelas VII banyak materi yang harus disajikan oleh guru kepada siswa, diantaranya materi operasi hitung bilangan bulat yang semestinya sudah siswa kuasai di jenjang sekolah dasar (SD). Selama ini guru menggunakan metode “Terangkan–Catat–Latihan”. Metode ini mempunyai kelebihan, yaitu dalam waktu singkat anak memahami materi pelajaran namun tingkat retensi pemahaman siswa tidak optimal. Disamping itu, metode TCL mempunyai kelemahan, yaitu aspek psikis dan sosial anak tidak sepenuhnya terlibat. Untuk meningkatkan retensi pemahaman siswa perlu dilakukan pembelajaran yang melibatkan aspek kognitif, psikis dan sosial siswa secara optimal. Pembelajaran melalui metode pembelajaran matematika realistik dengan lingkaran bertanda positif dan negatif merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat melibatkan ketiga aspek tersebut. Pembelajaran dengan metode ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan retensi pemahaman siswa.
Dalam rangka menguji tingkat keefektifan dan tingkat retensi pemahaman siswa antara menggunakan metode Terangkan–Catat–Latihan (TCL) dengan metode pembelajaran matematika realistik dengan lingkaran bertanda positif dan negatif dalam operasi penjumlahan dan penguranagn pada bilangan bulat di kelas VII perlu dilakukan penelitian.

C.Pembatasan Masalah
Operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat sebenarnya telah diberikan pada pendidikan tingkat sekolah dasar (SD). Namun masih diulangi pada kelas VII pada sekolah menengah pertama (SMP), dengan pengayaan pengenalan penjumlahan bilangan bulat negatif. Bila penanaman konsep ini gagal atau lemah, maka pada materi-materi ataupun kelas selanjutnya kemampuan siswa dalam kedua operasi tersebut pada bilangan bulat tidak akan maksimal. Dengan pertimbangan inilah maka penelitian ini dilakukan pada kelas VII SMP.

D.Perumusan Masalah
Bertitik tolak dari latar belakang, identifikasi masalah dan pembatasan masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan permasalahan penelitian ini sebagai berikut :
1.Apakah metode pembelajaran matematika realistik dengan media lingkaran bertanda positif dan negatif lebih efektif daripada metode Terangkan–Catat–Latihan (TCL)?.
2.Apakah metode pembelajaran matematika realistik dengan media lingkaran bertanda positif dan negatif dapat meningkatkan retensi pemahaman materi yang lebih tinggi daripada metode Terangkan–Catat–Latihan (TCL)?.
E.Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan :
1.Mengetahui keefektifan metode pembelajaran matematika realistik dengan media lingkaran bertanda positif dan negatif dan metode Terangkan– Catat–Latihan (TCL).
2.Mengetahui tingkat retensi pemahaman materi dari metode pembelajaran matematika realistik dengan media lingkaran bertanda positif dan negatif dan metode Terangkan–Catat–Latihan (TCL).

F.Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan :
1.Mengembangkan metode pembelajaran matematika di SMP yang efektif dan efisien.
2.Meningkatkan retensi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.


......................................DST. SELENGKAPNYA HUBUNGI VIA SMS DI 081913127080

01/13/2009

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAHSA INDONESIA

PENINGKATAN PEMBELAJARAN MEMBACA DENGAN METODE KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE SISWA KELAS IX-A SMP NEGERI xxx

ABSTRAK
xxxxx, 2007. Peningkatan Pembelajaran Membaca dengan Metode
Kooperatif Tipe Think-Pair-Share Kelas IX-A SMP Negeri


Kata-kata Kunci : peningkatan, membaca, metode Kooperatif Tipe Think-Pair
Share.

Membaca merupakan suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang disampaikan oleh penulis melalui media bahasa tulisan (Tarigan, 1994:7). Tujuan membaca meliputi mendapat alat tertentu, mendapat hasil yang berupa prestise, memperkuat nilai-nilai pribadi atau menghindarkan diri dari kesulitan, menurut Waples (dalam Nurhadi, 1987:136). Pembelajaran membaca pada penelitian ini diarahkan pada membaca untuk kelas IX-A SMP Negeri xxx dengan tipe Think-pair-share. Metode dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan sangat berperan terutama dalam proses belajar mengajar agar hasil yang didapat meningkat secara maksimal.
Metode kooperatif merupakan suatu strategi pembelajaran di mana siswa belajar bersama dalam kelompok-kelompok yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda dan saling membantu satu sama lain (Ibrahim, 2005:10).
Pembelajaran membaca pada kelas IX sudah sesuai dengan kompetensi dasar pada
penelitian ini, peneliti menggunakan dua kompetensi dasar. Tujuan pembelajaran
kooperatif untuk mencapai setidak-tidaknya pembelajaran penting yaitu
kemampuan akademik, penerimaan terhadap perbedaan individu, pengembangan
keterampilan sosial menurut Arends (dalam Ibrahim, 200:7-9).
Sasaran penelitan adalah siswa kelas IX-A SMPN xxx, pengumpulan
data dalam penelitian ini adalah dengan lembar aktivitas guru dan siswa, hasil
belajar pada setiap siklus, dan respon siswa setelah menggunakan penelitian
tindakan kelas terdiri atas 4 tahap, yaitu (1) perencanaan, (2) implementasi dan
observasi, (3) refleksi, dan (4) revisi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas guru dan siswa pada
setiap siklus mengalami peningkatan. Tampak pada siklus pertama aktivitas guru
yang dominan menyampaikan pendahuluan dan materi, membantu siswa untuk
merefleksikan pembelajaran yang sedang berlagsung. Pada siklus kedua aktivitas
guru yang dominan adalah membimbing dan melatih siswa dalam pembelajaran
membaca cepat, memberi umpan balik kepada siswa. Aktivitas siswa pada setiap
siklus pun juga mengalami peningkatan, pada siklus pertama aktivitas siswa yang
dominan adalah bertanya jawab pada guru tentang membaca. Pada siklus kedua
adalah memperhatikan penjelasan guru dan merefleksikan materi pelajaran,
aktivitas siswa yang dominan adalah bertanya jawab pada guru tentang membaca
merefleksikan materi pelajaran.
Hasil belajar siswa pada setiap siklus mengalami peningkatan, pada siklus
pertama nilai rata-rata membaca debah adalah 75,5. Pada siklus kedua nilai rata
rata membaca cepat adalah 83,1 mengalami kenaikan sebanyak 7,6 dari siklus
pertama. Angket siswa pada siklus pertama dan kedua jumlah angket yang
tersebar adalah 40 dari tersebarnya angket dapat diketahui bahwa secara
keseluruhan siswa memberikan tanggapan yang positif dari proses pembelajaran
yang telah berlangsung. Demikian halnya angket guru yang secara keseluruhan
persentasenya muncul sebanyak 100% dari siklus pertama dan kedua. Jawaban
terdiri atas empat, yaitu ya, cukup, kurang dan tidak. Pada angket guru dan siswa
terlihat adanya peranan penggunaan metode kooperatif tipe Think-Pair-Share
dalam pembelajaran sangat berperan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

.....................dst. hub 081913127080

01/12/2009

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS MATEMATIKA

Efektifitas Pemanfaatan KPK untuk Mempermudah Pemahaman Siswa dalam Pengerjaan Soal Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan di Kelas 6 SD Negeri

Bab I
Pendahuluan

A. LATAR BELAKANG
Pelajaran matematika salah satu mata pelajaran yang memiliki jam pelajaran paling banyak jika dibandingkan dengan pelajaran yang lainkarena pelajaran matematika memiliki materi yang sangat komplit, jadi peranan matematika sangat menunjang di dalam kehidupan manusia sehari-hari.
Sebenarnya matematika amat potensial dalam mengoptimalkan otak kiri manusia sehingga seseorang bisa terampil menggunakan logika. Selain itu jika fungsi otak kanan yang mencakup kreativitas dengan otak kiri yang kemampuan berpikir bisa berjalan sinergis, kepiawaian seseorang dalam memecahkan solusi berbasis logika tak terbantahkan lagi ( Dra Dessy R, PR 2007 ).
Selama ini proses pembelajaran matematika di Indonesia masih belum optimal. Proses pembelajaran selama ini hanya menekankan pada pencapaian tuntutan kurikulum dan pencapaian tekstual semata dari pada mengembangkan kemampuan belajar dan membangun individu belajar ( Ghufron 1997 : 17 ).
Ada beberapa orang tua yang menyalahkan sekolah ketika anaknya mendapat nilai buruk, padahal tanpa disadari waktu belajar matematika di sekolah sangat terbatas, dalam hal ini peran orang tua sangatlah besar untuk membantu anaknya supaya mengulang di rumah dan sebaiknya kecintaan pada matematika ditanamkan sedini mungkin, jika perlu saat anak berusia pra-SD.
Beberapa masalah yang dihadapi dalam mata pelajaran matematika di kelas 6 SD Negeri 1 salah satunya adalah pengerjaan hitung tentang penjumlahan dan pengurangan pecahan yang penyebutnya tidak sama, serta kurang semangat bahkan malas untuk mengerjakan soal-soal baik dari buku sumber maupun soal yang dibuat guru.
Pembelajaran matematika sekarang pada umumnya hanya terpaku pada contoh yang ada pada buku sumber sehingga siswa merasa bosan, bingung dan perkembamgan belajarnya tanpa inisiatif. Selain dari faktor siswa itu sendiri mungkin saja metode yang digunakan guru tidak tepat, alat peraga kurang memadai dan guru tidak pernah memotivasi dengan cara memberikan nilai, pujian ataupun hadiah. Kondisi seperti ini harus segera dioptimalkan dengan cara menggunakan sistem pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan ( PAKEM ), dengan tujuan agar siswa dapat menyenangi dan lebih semangat untuk belajar matematika.
Berdasarkan hasil latihan pengerjaan soal penjumlahan dan pengurangan pecahan siswa yang mendapat nilai 7 ke atas ada 6 orang, sedangkan siswa yang mendapat nilai 6 ke bawah ada 17 orang, ini berarti nilai yang di peroleh jauh dari parameter keberhasilan. Harapan guru menginginkan nilai yang memuaskan, oleh karena itu guru harus berusaha agar harapan dapat terwujud.
Dalam rangka mewujudkan harapan itu maka perlu dilakukan upaya secara terpadu dengan melakukan beberapa pendekatan teknik dan metode yang dianggap tepat supaya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan pecahan dapat meningkat.
Penelitian ini mengambil judul ”Penggunaan KPK Efektif dalam Meningkatkan Pembelajaran Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Pelajaran Matematika Kelas 6 SD Negeri 1 Melalui Metode Latihan”

B. RUMUSAN MASALAH
Secara umum masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal penjumlahan dan pengurangan yang penyebutnya tidak sama. Dengan menggunakan kpk dan metode latihan berdasarkan hal tersebut di atas masalah yang akan di teliti, yaitu :
Sejauh mana efektifitas penggunaan KPK dalam pengerjaan soal penjumlahan daan pengurangan pecahan?

C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan Penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui sejauhmana efektifitas pemanfaatan KPK dalam pemahaman siswa, dalam pengerjaan soal penjumlahan dan pengurangan pecahan.

D. MANFAAT PENELITIAN
Manfaat penelitian adalah :
- Untuk diri sendiri/ guru dapat memberikan informasi tentang keefektifan KPK dalam pengerjaan soal penjumlahan dan pengurangan pecahan sedangkan untuk guru pada umumnya memperoleh tambahan wawasan tentang penggunaan KPK dalam pembelajaran.
- Untuk sekolah dapat berkembang karena adanya peningkatan/ kemajuan pada diri guru dan pendidikan di sekolah, untuk dunia pendidikan dapat meningkatkan kwalitas pendidikan

..................... dst. hub. 081913127080